Selasa, 05 Mei 2009

HOT TIPS Wawancara #3: MENJAWAB dan BERTANYA

Menangani Pertanyaan Bersifat Pribadi

  • Pelamar bisa mengklarifikasi kepada penyanya apa relevansi pertanyaan yang diajukan dengan jabatan yang dilamar sehingga penanya dapat menjelaskan lebih jauh hubungannya dengan pekerjaan, lalu berikan jawaban yang tepat.
  • Pelamar dapat menjawab langsung secara diplomatis dengan kesadaran penuh bahwa pertanyaan tersebut memang tidak memiliki hubungan langsung dengan pekerjaan/jabatan yang dilamar.
  • Pelamar bisa juga menolak untuk menjawab pertanyaan tersebut jika dirasa sangat mengganggu privasi pelamar. Jika hal ini terpaksa dilakukan, maka harus dilakukan dengan cara-cara halus dan diplomatis sehingga recruiter tidak merasa dilecehkan karena dianggap telah memberikan pertanyaan yang keliru.
Menangani Pertanyaan Jebakan
  • Mengapa anda berhenti dari perusahaan yang lalu?
  • Apakah yang menjadi kelemahan anda?
  • Apakah anda sudah mempunyai pacar? Apakah ada niat menikah dalam waktu dekat?

Pertanyaan Umpan Balik Calon Karyawan Kepada Rekruter

  • Apa yang diharapkan dari saya jika saya diterima untuk jabatan ini?
  • Menurut pengalaman disini, apa yang merupakan tantangan terbesar bagi pemegang jabatan ini?
  • Apakah ada pelatihan (internal maupun eksternal) yang dapat membantu saya untuk lebih berperan jika saya diterima bekerja di perusahaan ini?
  • Adakah ada hal-hal khusus di luat uraian jabatan yang harus saya selesaikan dalam waktu tertentu?
Faktor-faktor Negatif Dalam Wawancara Kerja
  • Penampilan diri yang terlihat tidak professional (dandan menor, pakaian yang tidak enak dilihat, tidak rapi, dan tidak sesuai suasana)
  • Bersikap angkuh, defensive atau agresif
  • Ogah-ogahan (tidak terlihat antusias atau tertarik dengan materi pembicaraan yang diajukan pewawancara)
  • Gugup
  • Sangat menekankan pada kompensasi yang akan diterima
  • Selalu berusahan mencari-cari alasan atas setiap kegagalan yang pernah dialami di masa lalu
  • Tidak bisa berdiplomasi, tidak matang dan kurang bisa bersopan santun
  • Menyalahkan perusahaan atau bekas atasan dimasa lalu, atau mengeluhkan perubahan teknologi yang cepat
  • Tidak bisa focus dalam menjawab pertanyaan atau pembicaraan pewawancara
  • Gagal memberikan pertanyaan kepada pewawancara
  • Berulang kali bertanya: “Apa yang dapat diberikan perusahaan kepada saya kalau saya melakukan……?”
  • Kurang persiapan: gagal memperolah informasi penting seputar perusahaan, gagal menjawab pertanyaan-pertanyaan pewawancara dan tidak bisa mengajukan pertanyaan bermutu kepada pewawancara

HOT TIPS Wawancara #2: TEKNIK Wawancara


Teknik Wawancara Kerja

Wawancara Kerja Tradisional

Teknik ini menggunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka yang lebih mengklarifikasikan apa yang ditulis dalam surat lamaran dan CV pelamar.


Pertanyaan-pertanyaan Dalam Wawancara Kerja Tradisional

  • Bagaimana anda menggambarkan diri anda sendiri?
  • Apa kelebihan dan kelemahan yang anda miliki?
  • Dimana anda ingin berada dalam 5 atau 10 atau 15 tahun lagi?
  • Apa yang anda inginkan dalam hidup anda?
  • Pernahkah anda mempunyai konflik dengan pimpinan atau pengajar anda?
  • Apa alasan perusahaan kami menggaji anda?
  • Bagaimana anda menggambarkan pekerjaan impian anda?
  • Apakah anda memilih bekerja pada pencarian informasi atau dengan bekerjasama dengan orang-orang?
  • Criteria apakah yang harus dimiliki untuk menjadi pimpinan yang sukses?
  • Apakah latar belakang pendidikan anda mempersiapkan anda pada jabatan yang anda inginkan?
  • Berapa banyak pelatihan yang akan anda ikuti untuk meningkatkan kualitas kerjamu?
  • Kenapa IPK anda tidak terlalu tinggi?
  • Apa saja prestasi yang pernah anda raih pada pekerjaan yang terdahulu/ketika sekolah?
  • Apa tugas-tugas anda pada pekerjaan yang lalu?
  • Darimana anda mengetahui perusahaan ini?
  • Mengapa anda tertarik untuk bekerja di perusahaan ini?
  • Jika anda diterima bekerja untuk jabatan ini, apa yang akan anda
  • Apa itu professionalisme menurut anda?
  • Apa itu teamwork menurut anda?
  • Apa hoby anda?

Wawancara Kerja Behavioral


Teknik ini didasarkan pada teori bahwa “performance” (kinerja) di masa indicator terbaik untuk meramalkan perilaku pelamar di masa mendatang.


Pertanyaan-pertanyaan Dalam Wawancara Kerja Behavioral


S-T-A-R atau S-A-R atau P-A-R

  • Situation or Problem or Task
  • Action
  • Result
  1. Ceritakan pada kami kapan anda mengalami suatu situasi yang sangat tidak menyenangkan dan bagaimana anda berhasil keluar dari situasi tersebut?
  2. Ceritakan pada kami bagaimana anda menyakinkan klien anda ketika anda melakukan presentasi?
  3. Coba anda ceritakan bagaimana anda mengatasi situasi dimana anda harus melakukan banyak tugas dan anda harus membuat prioritas tugas mana yang harus didahulukan.?
  4. Bisakah anda ceritakan keputusan apa yang paling sulit anda buat dalam setahun terakhir ini? Mengapa demikian?
  5. Ceritakan mengapa team anda gagal mencapai target pada tahun sebelumnya dan bagaimana anda memotivasi team tersebut sehingga dapat meraih sukses di tahun berikutnya?
  6. Bagaimana cara anda menyelesaikan konflik? Bisa beri contoh?
  7. Bisakah anda ceritakan suatu kejadian dimana anda mencoba untuk menyelesaikan suatu tugas dan ternyata gagal?
  8. Ceritakan apa yang anda lakukan ketika dipaksa membuat suatu aturan yang tidak menyenangkan bagi karyawan tetapi menguntungkan bagi perusahaan.

HOT TIPS Wawancara #1: Wawancara Kerja & Tahapannya

Wawancara Kerja


Interviewer: Orang yang mewancarai


Interviewee: Orang diwawancarai


Recruiter: Petugas rekrutmen dan seleksi


Wawancara Kerja: Salah satu instrumen yang biasa digunakan dalam proses penyeleksian calon karyawan dalam perusahaan.


Tujuan Wawancara

1. Untuk mengetahui kepribadian pelamar

2. Mencari informasi relevan yang dituntut dalam persyaratan jabatan

3. Mendapatkan informasi tambahan yang diperlukan bagi jabatan dan

4. Membantu perusahaan untuk mengidentifikasi pelamar-pelamar yang layak untuk diberikan penawaran kerja.


Jenis Wawancara Kerja

ü Wawancara Seleksi (Screening Interview)

ü Wawancara Telepon (Telephone Interview)

ü Wawancara di Kampus/Sekolah (On-Campus Interview)

ü Wawancara di Pameran Kerja (Job Fair Interview)

ü Wawancara di Lokasi Kerja (On-Site Interview)

ü Wawancara Kelompok (Panel or group Interview)

ü Wawancara Kasus (Case Interview)


Tahapan Dalam Wawancara Kerja


Persiapan :

  • Menghimpun spesifikasi dan atau uraian pekerjaan pelamar dan mempelajarinya
  • Menghimpun dan mempelajari profil pribadi calon yang ideal, seperti pengetahuan, keterampilan, pengalaman, unsur intelektual, kepribadian, motivasi, kualitas fisik, disposisi dan lingkungan
  • Merencanakan wawancara, seperti menyiapkan informasi yang akan ditanyakan, jenis pertanyaan dan bagaimana cara menilai pelamar

Pelaksanaan:


  • Melakukan saling perkenalan dan menjelaskan secara ringkas tentang gambaran perusahaan
  • Menjelaskan jenis dan syarat-syarat pekerjaan yang akan dilakukan pelamar kalau nantinya mereka diterima oleh perusahaan
  • Mengajukan pertanyaan, mendengarkan, merespon jawaban dan mengobservasi selama wawancara
  • Selama wawancara sikap pewawancara hendaknya berlaku sebagai pendengar yang baik, memperhatikan bahasa tubuh pelamar, menggunakan pertanyaan yang efisien dan efektif, mencegah bias hallo dan contrast effect, serta tidak mengarahkan pertanyaan
  • Tidak mendominasi wawancara, sebaliknya memberi kesempatan kepada pelamar untuk menyampaikan informasi dengan bebas.

Evaluasi:

  • Penyusunan fakta
  • Memeriksa kecocokan informasi tentang pelamar
  • Memperoleh kesan tentang pelamar
  • Mengetahui kemampuan pelamar mengembangkan diri
  • Menganalisis kecenderungan pelamar untuk mengembangkan dirinya di tempat pekerjaan yang baru
  • Menilai pola piker dan pengembangan diri pelamar
  • Menilai kecocokan atau ketidakcocokan pelamar sebagai karyawan
  • Menilai suasana proses wawancara, apakah bersuasana tegang dan mengarah pada bias personal atau tidak

Minggu, 03 Mei 2009

Cara Menulis Surat Lamaran yang BENAR

Mengorganisasikan Surat Lamaran


Sebelum Anda mengirimkan sebuah surat lamaran ada baiknya bila Ada melakukan pencatatan agar surat yang Anda kirim dapat diketahui (mampu telusur) kapan surat itu dikirim, kepada Perusahaan apa dan dimana, serta untuk posisi apa. Hal ini akan memudahkan bagi Anda untuk mengevaluasi keberhasilan serta mempersiapkan tahapan selanjutnya apabila datang undangan wawancara atau dalam melakukan tindak lanjut terhadap surat lamaran yang telah anda kirimkan.


Hal yang lebih penting lagi adalah bila tiba-tiba Anda tersadar, bahwa Anda telah mengirimkan surat lamaran kepada Salah Satu Perusahaan yang dipimpin oleh Istri Atasan Anda? Bukankah ini suatu berkah (atau musibah)?

Sekali lagi, buatlah daftar surat yang telah anda kirimkan dan daftar kontak, seperti halnya daftar inventaris. Buatlah salinan dan disimpan dalam folder yang setiap saat mudah ditemukan (softcopy atau hardcopy).


Hal-hal yang harus benar-benar Anda persiapkan dan perhatikan:

  1. Nama Perusahaan
  2. Alamat Perusahaan
  3. Kepada siapa surat itu ditujukan
  4. Apakah Anda tahu benar tentang perusahaan tersebut? (Cari tahulah lebih banyak sebelum menyesal dan membuang percuma waktu Anda)
  5. Apakah benar-benar tertarik pada posisi yang ditawarkan atau hanya sekedar ‘test case’ saja?

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan Surat Lamaran

  • Ikuti aturan format dan penulisan ‘standard business letter’
  • Buatlah surat yang menarik minat pembaca surat agar segera menghubungi anda begitu selesai membacanya atau paling tidak membuat catatan pada surat lamaran Anda bahwa Anda akan dipertimbangkan sebagai KANDIDAT
  • Perhatikan cara penulisan dan tata bahasa yang benar.
  • Tulislah dengan menggunakan Ms Office Word
  • Print out dengan mengunakan ink-jet dan kertas dengan berat antara 80 s/d 120 gram per meter persegi (GSM, 80gsm), warna putih terang. Sehingga surat lamaran Anda benar-benar terlihat ekslusive.
  • Tanda tangan asli
  • Singkat, padat dan jelas yang menerangkan keinginan Anda untuk dapat berbuat lebih bagi perusahaan dan memberikan nilai tambah bagi organisasi
  • Kalimat penutup yang menyatakan bahwa Anda ingin sekali mendapatkan respond atas surat lamaran yang Anda kirimkan tersebut. ”Looking forward to your kind advised on this opportunity”.
  • Isi Surat lamaran yang bernada Sopan, ramah dan penuh antusias.

Bagaimanakah cara terbaik merespon iklan lowongan kerja?

  1. Gunting iklan tersebut dan buatlah kliping. Hal ini akan memudahkan Anda untuk mengetahui trend kebutuhan dari berbagai perusahaan, sekaligus memudahkan Anda untuk melakukan tracking.
  2. Bacalah berulang-ulang untuk tahu maksud kebutuhan perusahaan tersebut sehingga memudahkan Anda dalam membuat surat lamaran, Resume atau CV.
  3. Surat lamaran hendaknya merupakan jawaban atas iklan lowongan pekerjaan. Dari sinilah pembaca akan mengetahui apakah Anda cukup cermat dan qualified untuk posisi tersebut.
  4. Dengan membaca lebih cermat, Anda tahu betul apa kebutuhan perusahaan itu dan syarat-syarat apa yang diharuskan (seperti: CV = 2 lembar dan tidak boleh lebih besar dari 154kb..., dibutuhkan untuk Tenaga Kontrak, diluar pulau, posisi remote, memiliki kendaraan sendiri.. dst.)
  5. Singkat, Jelas dan Menarik minat untuk dibaca dan yang penting ditindak lanjuti segera oleh pencari pekerja (recruiter)
  6. Kecuali diminta dengan tegas, tuliskan berapa gaji yang adan inginkan. Bila tidak cukup tidak Anda tulis atau Anda katakan akan dibicarakan saat interview.
  7. Dalam Surat Lamaran, Anda harus dengan jelas menyebutkan apa yang membuat Anda lebih khusus dan memberikan nilai tambah bagi pencari pekerja untuk mempertimbangkan Anda; Skill, Pengalaman, Penghargaan, Pencapaian dan hal-hal khusus lainnya.
  8. Straightforward. Pasti. Bisnis adalah untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar, dan Anda adalah orang yang dicari untuk menambahkan digit itu.
  9. Ingatlah, bahwa SURAT LAMARAN Anda adalah kunci menuju pintu selanjutnya yaitu bertemu dengan pencari pekerja. Interview.

Interview Appreciation Letter


Setelah Anda melakukan Interview adalah wajib hukumnya bagi Anda untuk mengirim surat (email) yang menyatakan ucapan TERIMA KASIH dan sekaligus menegaskan keinginan Anda untuk mendapatkan peluang masuk kedalam tahapan berikutnya (proses seleksi).

Formatnya:

  • Tuangkan rasa apresiasi kepada pewawancara dan perusahaan yang telah memeberikan waktu dan kesempatan sebagai rasa bangga dan terima kasih.
  • Tulis tanggal interview, nama pewawancara, Perusahaan beserta Alamat dengan benar.
  • Bila perlu ajukan pertanyaan bila ‘benar-benar penting dengan cara yang bijak pandai’ yang belum dijawab atau belum sempat ditanyakan pada saat Anda Interview.
  • Ekpresikan sikap antusias Anda bahwa Andalah orang yang tepat untuk dipilih, sekaligus mengantisipasi apapun hasil yang akan diputuskan oleh hasil wawancara.

Letter Of Acknowledgement


Begitu Anda menerima surat penawaran, adalah wajib sesegera mungkin dalam hari yang sama merespon penawaran tersebut, meski belum memberikan jawaban’YA’ atau ’TIDAK’ atas tawaran tersebut.


Formatnya:


  • Menuliskan bahwa Anda telah menerima surat penawaran tersebut tanggal…
  • Ekspresikan apresiasi Anda sebagai rasa syukur dan terima kasih.
  • Beritahukan dengan TEGAS kapan Anda bisa memutuskan ’Ya atau Tidaknya’ atas penawaran tersebut (namun akan lebih baik tidak lebih dari 3 hari setelah surat atau Email itu sampai ketanggan Anda).

Letter of Acceptance


Sesaat Anda telah menentukan pilihan untuk menerima tawaran tersebut, bersegeralah menelpon atau mengirimkan Email sebagai tanda persetujuan Anda.


Formatnya:


  • Bisa berupa email atau berbicara lewat telepon.
  • Lakukan konfirmasi dengan menyebutkan secara jelas kapan Anda akan bergabung, berapa gaji yang Anda setujui (termasuk jenis tunjangan dan detail lainnya), nama atasan Anda (ditempat yang baru tersebut), kemudian mintalah perusahaan tersebut untuk mengkonfirmasi ulang. Hal ini sangatlah penting.
  • Katakan apresiasi dan rasa terima kasih Anda secara specific kepada orang yang Anda temui dan membantu Anda pada proses seleksi tersebut.
  • Tanyakan hal-hal yang belum jelas berkaitan dengan tindak lanjut bagi proses selanjutnya.

Letter of Declination


Meskipun Anda tidak bisa menerima tawaran untuk bergabung karena alasan tidak adanya kesepakatan atau mungkin setelah Anda pertimbangkan masak-masak Anda memilih pilihan lain, tidak ada salahnya Anda memberikan konfirmasi sesegera mungkin sehingga akan memudahkan bagi pihak Perusahaan yang menawarkan posisi tadi untuk bergerak kepada kandidat yang lain. Untuk hal ini lebih baik Anda lakukan dengan cara tertulis, kemudian dilanjutkan dengan menelpone perusahaan tersebut.


Membangun networking dan nama baik adalah hal yang utama pada jaman sekarang ini.


Bersikaplah terhormat dan menghormati, dengan kesantunan dan kerendahan hati, justru akan membuat diri Anda bernilai lebih dimata perusahaan tersebut.


Cover Letter Outline


1st Paragraph:

Menceritakan dari mana (bagaimana) Anda mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan dan mengapa Anda melamar posisi tersebut.


2nd Paragraph:

  • Ceritakan dua qualifikasi yang paling berhubungan erat dengan persyaratan lowongan pekerjaan tersebut.
  • Mengapa Anda tertarik untuk pekerjaan tersebut?
  • Ungkapkan ekspresi ketertarikan Anda untuk memberikan lebih dan menjadikan diri Anda sebagai sosok yang paling diperhitungkan sebagai kandidat.

3rd Paragraph:

  • Buatlah penutup yang menyatakan keinginan Anda untuk dapat bertemu dan melakukan wawancara untuk menceritakan lebih rinci lagi tentang hal-hal positif dan bernilai bagi Perusahaan tersebut.
  • Mintalah waktu pemberitahuan untuk bertemu wawancara paling tidak satu minggu sebelum hari ‘H’.
  • Tutuplah dengan kata-kata yang bersemangat dan santun. Seperti: with great enthusiasm atau Sincerely… diikuti dengan tanda tangan dan nama lengkap (jelas terbaca menggunakan huruf capital).

Rabu, 22 April 2009

28 KESALAHAN pada COVER LETTER dan SURAT LAMARAN

  1. Addressing letters, "Dear Sir:" or "Dear Sirs:" As you know, many readers today are women. If gender is unclear, the salutation should be something like "Dear Hiring Manager," or "Dear Human Resources Manager."
  2. Addressing letters, "To whom it may concern." Find out who will receive the correspondence, and address it personally. We received a letter addressed to "Dear Whomever," to which one consultant replied, "I'll answer to anything but this!"
  3. Enclosing a photo. Skip the photo unless you're a model or an aspiring actor.
  4. Handwriting or typing over an old resume or letterhead. If you've moved, start over. Changes on old documents aren't acceptable.
  5. No signature. Even if you type your name at the end of correspondence, you should sign the page in your own handwriting to give it a personal touch.
  6. Spelling errors. One applicant said he was well suited for "writting and editing chores... contac t (sic) me at the adrwss (sic) below." Would you give him your editing work? Another writer said she would enjoy "hearing form (sic) us." Word processing spell checkers make mistakes; so proof everything.
  7. Not checking grammar. One person wrote, "It sounds exciting and give me (sic) the opportunity to use my skills." Check your letters for correct sentence structure. Have friends review them too.
  8. Handwriting letters. Brief 30-word thank you notes can be handwritten, if legible. All other correspondence should be typewritten or word processed, even if you have to borrow a word processor or pay a secretarial service. Handwritten letters don't say "business."
  9. Using a Post-It Brand Note as a letter. Post-It Brand Notes aren't letters. Using one says, "This isn't important. I was too busy to write a real letter."
  10. Using the word "I" too much. Some letters are filled with 20 or 30 I's. Make sure yours aren't. Advertising is about "you." Emphasize "you" rather than "I."
  11. FAXing letters unexpectedly.
  12. Forgetting to include your phone number. One woman wrote, "Please call me at home," but didn't include a phone number. That looked bad.
  13. Cluttered desktop publishing. With the advent of PCs, some job seekers feel the urge to "be creative" using various type sizes and fonts. Avoid this in business correspondence. Except in rare cases, business letters should look conservative. If you want to be creative, do so in your choice of words. Save Microsoft Publisher and Corel Draw for your Christmas cards.
  14. Using a post office box as an address. Except in rare cases, such as conducting a confidential job search, use a street address. Post office boxes seem "transient."
  15. Oddball phrasing, such as "an opportunity to expand my strengths and delete my weaknesses... " Or, "You may feel that I'm a tad overqualified." Or, "Enclosed herewith please find my resume." Do you talk that way? You should write the way you talk. Avoid bad phrasing by having others critique your letters.
  16. Typos, like "thankyou for your assistance."
  17. Mailing form letters. Some letters contain "fill in the blanks." Generic forms don't work well.
  18. Not saying enough. One want ad letter read, "Please accept my enclosed resume for the position of Executive Director. Thank you." That's too short. A letter is an opportunity to sell. So say something about yourself.
  19. Ending with "Thank you for your consideration". EVERYONE ends their letters this way, so please don't. Try something different, like "I'm excited about talking further," or "I know I could do a good job for you." The same goes for "Sincerely," and "Sincerely yours." EVERYONE uses them. Find something different like "Good wishes," "With best regards," or "With great enthusiasm."
  20. WRITING IN ALL CAPS. IT'S HARD TO READ. DON'T DO IT.
  21. Abbreviating Cir., Ave., Dec., and all other words. Take time to spell words out. It looks so much better.
  22. Forgetting to enclose your resume. If you say you're enclosing one, then do.
  23. Justifying right margins. When you "justify right," you create large gaps between words inside your sentences.
  24. Forgetting the date and/or salutation.
  25. Using dot matrix printers. Most are hard to read and they make you look like an engineer. Whenever possible, use a laser printer, even if you have to borrow one.
  26. Talking nonsense. "I work in instilling proper conduits for mainstream educational connections while also encouraging individual creative forms." What? Run that one by me again.
  27. Forgetting to put the letter in the envelope. (I received an empty FedEx package yesterday.)
  28. The 300-word paragraph. The worst mistake in marketing is writing too long. Limit sentences to seven or eight words, and limit paragraphs to four or five lines. In letter writing, short is usually better. I try to limit my own letters to one page, seldom two. I believe if I can't say it well in one page, I probably can't say it well at all.

Better ending

"Thank you for your time and consideration" appears too often and sounds like a form of begging. "Sincerely" is generally a poor close to a letter, because nearly everyone uses it. Why should you? This is your chance to be "new and different"--and employers like that.

"Very truly yours" is nearly as bad, because it's used almost exclusively by lawyers. After threatening to sue you, they close with a coldhearted "Very truly yours."

World-famous photographer Ansel Adams was a great letter writer. (See Ansel Adams: Letters and Images 1916-1984, Little, Brown and Company.) We can take a lesson from him. Some of his letters ended with humor: "Cheeriow, luff and all that," "LET'S GO!!!," and "Whoops." Others ended with heart: "All best, always," "With all best wishes," and "Warmest greetings to all.

Business letters can be warm and friendly as long as they're not too personal. You have to sense the character of your audience and write accordingly. Some readers can stand more warmth than others. In general, it's better to be too warm than too distant.

Phyllis Record sent me a thoughtful note that ended with "Thinking the best for you." That heartfelt note encouraged me to renew an old friendship--and hire her again!


This year Howard Edson wrote his own Christmas card, a small booklet of his thoughts on life. He signed it "Season's blessings"--quite striking compared to the usual "Merry Christmas, Happy New Year!"


After an eight-hour job interview, Steve Jorgensen wrote a thank you note that ended "With kindest personal regards." It was the perfect touch.


Next time, instead of closing with "Sincerely," "Best regards," or "Very truly yours," let yourself risk a better ending. Two of my personal favorites are "Enthusiastically," and "Good wishes, always." You could try something like:


All best wishes,
Best wishes for your future,
With confidence,
Just to keep in touch with you,
More shortly,
Warmest greetings to all, or
Yours always.


Remember, the ending of a letter is just as important as the beginning and the middle. It's your one chance to make a strong lasting impression.