Selasa, 26 Mei 2009

COACH #4: Tips Singkat Menjadi Sang pelatih…

Menjadi pendengar yang baik:

Pendengaran yang terfocus, Mendapatkan pemahaman, Tanpa adanya penyelaan komunikasi.

♔ Persiapkan segala sesuatunya dengan baik

♔ Jagalah kontak mata dan perhatian

♔ Bersabar dan mencari tahu (bukan sok tahu)

♔ Terima, renungkan dan analisa

♔ Sampaikan pendapat dari sudut pandang berbeda


Sikap dalam bertanya:

♔ Pertanyaan terbuka

♔ Telitilah sebelum emosi

♔ Gunakan kata dan gaya yang sama

♔ Libatkan dan gairahkan

♔ Beri waktu untuk berfikir


Pelatih dalam berbahasa:

v Bila itu tidak rusak, jangan diperbaiki

v Bila itu rusak, biarkan mereka perbaiki

v Bila mereka tidak dapat memperbaiki, perbaikilah bersama mereka

♔ Jelas dan mudah dimengerti

♔ Hindari kalimat klise

♔ Jangan rasis atau makian

♔ Jadilah diri sendiri (tidak meniru)

♔ Satu artian makna, satu pemahaman


Cermat dalam memimpin:

♔ Tegas

♔ Beralasan

♔ Cermat

♔ Bertanggung jawab

♔ Tidak bertele-tele dan memakan waktu


Bila dalam keadaan Emosi, tindakannya adalah:

♔ Bukan karena dendam

♔ Keluarkan amarah dengan benar:

♕ Tenangkan diri

♕ Menyingkirlah untuk sementara

♕ Lakukan hal-hal yang positif

♔ Dalam kerangka kerja bukan personal

♔ Kemukakan dengan benar

♕ Beralasan

♕ Jelas dan tegas

♕ Solusi kedepan

COACH #3: MENYAMBUT KELUHAN

Adakah seorang yang senang menerima kritik? Keluhan?


Sebagai PELATIH dan Pemimpin, inilah saatnya Anda diuji. Benarkah Anda seorang Pelatih Sejati?

Sambutlah keluhan itu dengan ucapan ”TERIMA KASIH” dan buanglah jauh-jauh kesan bahwa Anda menghakimi mereka yang datang sebagai PENGELUH. Hindarkan prasangka negatif, untuk mengundang hal-hal positif yang Anda nantikan.


Ada 2 tipe keadaan yang mungkin Anda juga pernah hadapi:


o Keadaan pertama adalah sering kali mereka datang kepada Anda untuk ’CURHAT’. Namun apa coba reaksinya mereka bila Anda buka dengan pertanyaan:

”Apa keluhan yang kamu hadapi?” atau ”Ada apa dengan mu?”

Maka respon yang akan Anda dapat adalah ’DEFENSIF”


o Keadaan kedua bila keluhan itu didengar, kemudian melangkah maju ketahap tanggapan Anda atau Saran telah Anda berikan, apa yang berikutnya Anda hadapi? Coba Anda ingat? Sering kali yang muncul dari mulut Mereka adalah ”Iya.. tetapi... kan...” atau ”Waduh.. kalau itu.. sih...? Mereka terkadang belum tentu siap menerima saran Anda. Atau mungkin mereka hanya sekedar bercerita tanpa memerlukan tanggapan atau saran.


Apa yang penilaian Anda terhadap kondisi seperti ini:

”Pak, Saya datang kesini ingin membicarakan Surat Tugas yang Perusahaan berikan kepada saya.”

Kemudian Anda coba tanyakan kepada Mereka, begini: ”Memang ada yang salah dengan surat tugas tersebut?”

Apa kira-kira respon yang mungkin muncul? Dan apa penilaian Anda ?


Kemungkinan #1:

”Ini menantang pak. Saya menerimanya dengan penuh semangat”.

Bila yang muncul respon seperti ini, tentu bukan menjadi masalah. Bahkan menjadi peluang lebih bagus buat kedua belah pihak. Inilah saatnya Anda meledakan ‘BOM’ kefantastikan bagi pencapaian esok.


Kemungkinan #2:

“Saya tidak paham, apa sebenarnya maksudnya perusahaan ini menugaskan saya seperti itu?

Apa reaksi Anda? Apakah ini disebut penolakan? Belum tentu. Mungkin mereka benar-benar menginginkan pejelasan dan latar belakang yang lebih jelas, sekali gus perlunya gambaran bagi pengembangan kedepan (untuk keuntungannya). Disinilah tugas Sang Pelatih untuk menjelaskan dengan baik, apa keuntungan dan perannya bagi kebaikan dan pencapaian yang fantastic esok hari.


Kemungkian #3:

“Saya tidak mampu pak, bila itu Perusahaan bebankan kepada saya”

Apa respon Anda? Apakah ini Keluhan atau Permohonan?

Perlu Anda selidiki. Dalami.. Mana yang benar...? Kemudian lakukanlah pendekatan, carilah akar masalahnya, kemudian selesaikan.


Kemungkinan #4:

”Saya tidak menyukai penugasan ini, dan saya akan mengajukan penolakan”

Untuk yang satu ini, Anda lebih baik menarik nafas panjang agar berkah kesabaran datang buat Anda. Cobalah lebih pelan dan bersahabat. Cari tahu apa yang bisa Anda lakukan? Sang Pelatih selalu bisa menjadi Sahabat dan Penolong.


Keluhan dapat saja menjadi kepusingan tersendiri, namun akan menjadi peluang bagi pribadi yang selalu berfikir positif dan solutif.

Lakukanlah pendekatan dan pelatihan satu lawan satu.

  1. Tetapkan tujuan yang jelas
  2. Tetapkan aturan-aturan dasar yang tegas dan jelas
  3. Fokus

Rumuskan setiap masalah dengan jelas dan ketahui apa yang menjadi akar masalah. Analisa, kembangkan dengan mencari sumber data dan fakta bagi solusi yang lebih baik. Tanganilah satu masalah pada satu saat.


Hargailah setiap perbedaan. Sebab bila ditelisik lebih dalam, mungkin akan ditemukan kesamaan dalam tujuan. Lebih baik memiliki kolega atau teman kerja yang efektif, kreatif dan kompeten dibanding dengan sekumpulan budak.


”Persentase kesalahan dalam pembuatan keputusan secara cepat ternyata tidak lebih besar dibanding dengan kebimbangan yang berlangsung lama, serta pengaruh dari ketegasan yang membuat hal-hal dapat berjalan dan keyakinan yang ditimbulkan”

Minggu, 10 Mei 2009

COACH #2: BANGKITKAN MOTIVASI & AJARI MEMBUAT KEPUTUSAN

Tiga kekuatan besar yang membangun Motivasi :

1. Kebutuhan untuk mencapai sesuatu

Bantulah para pekerja untuk meningkatkan kompetensi mereka dan bimbinglah mereka untuk mencapai tingkat berikutnya.


2. Hasrat untuk belajar

Hasrat untuk maju dengan cara belajar menjadi lebih baik akan membuat tahap pembelajaran berhasil. Ciptakan suasana itu!


3. Keinginan untuk berkontribusi

Berikan peran yang berarti untuk mewujudkan hasil. Biarkan mandiri. Mereka memerlukan waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Biarkan mereka mengerjakan pekerjaan mereka, tumbuhkan rasa tanggung jawab. Sesuaikan tugas dengan kemampuan mereka. Berfokuslah atas hasil dan proses. Lakukan tinjauan dengan seksama, tegas dan disiplin (jadwal waktu yang tetap dan tepat).


Berikan tantangan dan sumber daya yang diperlukan kepada staff Anda, selain itu berikan juga sasaran yang dirumuskan dengan jelas kemudian Anda dapat meninggalkan mereka. Anda tidak perlu lagi mengajar mereka, tetapi mereka pasti akan belajar.


Anda adalah Atasan, Manajer, Pimpinan atau Boss.

Andalah yang harus memutuskan permasalahan yang ada.

Bila Anda ingin meminta pendapat atau masukan dari para staff Anda, lakukan:

1) Tujukan rasa hormat Anda

2) Tujukan bahwa Anda tidak menguasai dan memiliki semua kemampuan itu

3) Dengarkanlah dengan baik dan menyimaknya

4) Terbukalah terhadap masukan yang bernilai tambah. Hargai dan nilailah pendapatnya bukan orangnya

5) Terimalah gagasan yang baik dengan bersungguh-sungguh

6) Bicarakanlah sebelum dengan mereka SEBELUM Anda memutuskan


Anda mungkin terkesan membuang-buang waktu, namun sebenarnya inilah INVESTASI Anda untuk esok hari.

Sabtu, 09 Mei 2009

COACH #1: PELATIH SEJATI


Pelatihan sejati hanya terjadi pada seorang pemain saja pada suatu waktu tertentu. Lupakan ceramah berapi-api yang terjadi di ruang ganti pakaian (atau pertemuan bisnis setara dengan ‘pertemuan motivasional’). Itu bukan tempat sebenarnya untuk sebuah pelatihan. Pelatihan Anda yang paling efektif adalah pelatihan satu lawan satu, bertatap muka – tanpa pernah meninggikan nada suara Anda.


Sasaran dari petahian ini adalah bukan sekedar membantu para pekerja mencapai sasaran tertentu. Sebuah kesuksesan akan memunculkan kesuksesan lainnya dan menanamkan rasa percaya diri yang akan membawa pada tingkat kinerja dan produktivitas tinggi pada setiap tugas.


Tugas PELATIH bukanlah untuk mengoreksi kesalahan, menemukan kesalahan atau menyalahkan. Pekerjaan PELATIH adalah mencapai sasaran produktivitas dengan cara melatih seorang staf untuk mencapai PUNCAK kinerja.


Untuk memimpin mereka Anda harus melayani mereka dan mengatisipasi kebutuhan-kebutuhan mereka.


Pelatih bersikap Santun, Positif, Antusias, Suportif, dapat dipercaya, dihormati dan sabar.


KEPERCAYAAN. Anda tidak akan mempekerjakan para pekerja (staff, karyawan) apabila Anda tidak mau mempercayai mereka. Pada umumnya manusia itu bersungguh-sungguh dan jujur; mereka ingin melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Katakana pa yang harus mereka kerjakan, kemudian tinggalkan mereka dan biarkan mereka mengerjakannya.


3 Kunci menjadi PELATIH yang efektif:

1. Ambilah tanggung jawab

Mempercayai dan menghormati bukan berarti melepaskan kendali, sebagai seorang Manajer sekaligus sebagai Pemimpin.

2. Bersikaplah tegas

Carilah HASIL dan bukannya PEMBENARAN atau ALASAN. Tegas dan Teguh, pastikan Anda berkata ’YA’ pada YA dan ’TIDAK’ pada yang TIDAK.

3. Bekerjalah bersama mereka dan bukan diatas mereka

Apabila pekerja bekerja dan menghasilkan sesuatu yang baik, Anda juga akan bekerja dengan baik. Mengerjakan hal yang sama untuk sasaran yang sama.


Belajarlah dengan cara melakukan SATU JENIS PEKERJAAN SETIAP SAAT, FOCUS dan TENAGAI dengan semangat dan antusias.

Selasa, 05 Mei 2009

HOT TIPS Wawancara #4: 33 SARAN Sukses Dalam Wawancara

33 Saran Dalam Menghadapi Wawancara Kerja

  1. Pastikan anda sudah tahu tempat wawancara
  2. Jika tidak diberitahu terlebih dahulu jenis pakaian apa yang harus dipakai, maka gunakan pakaian yang bersifat formal, bersih dan rapi
  3. Mempersiapkan diri menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan diajukan pewawancara
  4. Usahakan untuk tiba 10 (sepuluh) menit lebih awal, jika terpaksa terlambat karena ada gangguan di perjalanan segera beritahu perusahaan (pewawancara)
  5. Sapa satpam atau resepsionis yang anda temui dengan ramah
  6. Jika harus mengisi formulir, isilah dengan lengkap dan rapi
  7. Ucapkan salam (selamat pagi/siang/sore) kepada para pewawancara dan jika harus berjabat tangan, jabatlah dengan erat (tidak terlalu keras namun lemas)
  8. Tetaplah berdiri sampai anda dipersilakan untuk duduk
  9. Duduk dengan posisi yang tegak dan seimbang
  10. Persiapkan surat lamaran dan CV anda
  11. Ingat dengan baik nama pewawancara
  12. Lakukan kontak mata dengan pewawancara
  13. Tetap focus pada pertanyaan yang diajukan pewawancara
  14. Tunjukkan antusiasme dan ketertarikan anda pada jabatan yang dilamar dan pada perusahaan
  15. bahasa formal, bukan prokem atau bahasa gaul; kecuali anda diwawancarai untuk mampu menggunakan bahasa tersebut
  16. Tampilkan hal-hal positif yang pernah anda raih
  17. Tunjukkan energi dan rasa percaya diri yang tinggi
  18. Tunjukkan apa yang bisa anda perbuat untuk perusahaan bukan apa yang bisa diberikan oleh perusahaan kepada anda
  19. Jelaskan serinci mungkin hal-hal yang ditanyakan oleh pewawancara
  20. Ajukan beberapa pertanyaan bermutu di seputar pekerjaan anda dan bisnis perusahaan secara umum
  21. Berbicara dengan cukup keras sehingga suara jelas terdengar oleh pewawancara
  22. Jangan membuat lelucon/berusaha melucu
  23. Jangan menjawab sekedarnya saja, seperti “ya” atau “tidak” atau “tidak tahu” atau “entahlah”
  24. Jangan terlalu lama berpikir setiap kali menjawab
  25. Jangan sekali-kali mengalihkan topic pembicaraan ke hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan
  26. Jangan merokok, mengunyah permen atau meludah selama wawancara
  27. Jangan memberikan jawaban palsu, berbohong atau memanipulasi data
  28. Jangan menyalahkan mantan atasan, mantan rekan kerja atu perusahaan yang lama (jangan menjelek-jelekan tempat kerja yang lama)
  29. Jangan menanyakan gaji dan fasilitas yang diterima pada saat wawancara seleksi dimana anda belum tahu kemungkinan anda akan diterima atau tidak
  30. Jangan memperlihatkan rasa putus asa anda dengan menunjukkan bahwa anda mau bekerja untuk bidang apa saja dan mau melakukan apa saja asal bisa diterima bekerja di perusahaan tersebut
  31. Jangan menelpon atau menerima telpon, atau membaca buku selama wawancara (sebaiknya handphone dimatikan sewaktu wawancara)
  32. Akhiri wawancara dengan menanyakan apa yang harus anda lakukan selanjutnya
  33. Ucapkan banyak terima kasih kepada pewawancara atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepada anda